Lifestyle

Physical Distancing, Peneliti Harvard Ungkap Jaga Jarak Sosial Diperlukan Hingga 2022

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Kamis, 16 April 2020 18:41 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Physical Distancing, Peneliti Harvard Ungkap Jaga Jarak Sosial Diperlukan Hingga 2022

PUBLIKSATU – Jaga jarak (physical distancing) mungkin diperlukan hingga 2022 guna mencegah terjadinya wabah korona (Covid-19) di masa depan. Hal itu terungkap dari sebuah studi baru para peneliti Harvard yang dipublikasikan pada Kamis (16/4).

Para peneliti yang dipimpin oleh Stephen Kissler, seorang ahli peneliti utama di Fakultas Kesehatan Masyarakat T.H. Chan, Universitas Harvard, menggunakan estimasi musiman, imunitas, dan imunitas lintas untuk dua betacoronavirus dari data deret waktu di Amerika Serikat, guna menginformasikan model penularan korona.

”Wabah korona saat musim dingin yang berulang mungkin akan terjadi usai gelombang pandemi awal dan terparah,” tulis para peneliti tersebut pada majalah Science, seperti dilansir Antara dari Xinhua. ”Bahwa tanpa adanya vaksin atau intervensi lainnya, praktik jaga jarak sosial yang lama atau berjeda mungkin perlu dilakukan hingga 2022 mendatang,” imbuh dia.

Penelitan itu mengungkapkan bahwa metrik utama dalam kesuksesan jaga jarak sosial adalah apakah kapasitas perawatan kritis telah terlampaui atau tidak. Studi itu juga menjelaskan bahwa intervensi tambahan, termasuk kapasitas perawatan kritis yang diperluas dan terapi yang efektif, akan meningkatkan kesuksesan praktik jaga jarak yang sebentar dan meningkatkan pencapaian kekebalan kelompok (herd immunity).

Studi serologis longitudinal sangat dibutuhkan untuk menentukan tingkat dan durasi imunitas terhadap virus itu, kata para peneliti tersebut.

Bahkan, jika terdapat eliminasi yang jelas, pengawasan terhadap korona harus dipertahankan karena kemunculan kembali penularan virus itu mungkin dapat terjadi paling lambat pada 2024, menurut studi itu.

Bagikan