Sebagian Eks Penumpang Lambelu Masih Misterius
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau sejauh ini baru bisa memastikan keberadaan 71 eks penumpang KM Lambelu. Jumlah itu masih berbeda jauh dengan data penumpang asal Baubau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Waktu itu, Senin (6/4/), tercatat ada 206 penumpang KM Lambelu asal Baubau turun di Pelabuhan Murhum. Dari jumlah itu, belakangan diketahui hanya 176 orang yang mengisi formulir kartu pengawasan, itu pun tidak semua mencantumkan nomor kontak teleponnya.
"Dari 206 orang itu, 176 yang mengisi formulir dan hanya sebagian yang menyimpan nomor telepon. Kita membayangkan waktu itu mereka banyak yang tidak sempat mencatat alamat lengkap, hanya tulis Baubau saja," ungkap Kepala Dinkes Baubau, Wahyu dikonfirmasi di Rujab Wali Kota Baubau, Selasa (14/4).
Kata dia, setelah melacak 176 eks penumpang itu, pihaknya baru bisa memastikan 71 orang benar-benar berdomisili di Baubau. Bahkan, sebagian diantaranya mencantumkan alamat palsu.
"Setelah dihubungi ternyata mereka berada di luar Baubau, ada yang di Buteng di Busel. Tapi, ini (71 orang) bisa berubah, karena sedang dilacak lagi," imbuh mantan Plt Kepala Dinas Perhubungan Baubau ini.
Wahyu menegaskan, petugas surveilans dan tenaga medis setiap Puskesmas memantau ketat 71 eks penumpang itu. Sebab, belakangan terungkap bahwa 26 kru KM Lambelu dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
"Keputusan rapat di gugus tugas Covid-19 tadi (Senin) malam, kita akan coba rapid test 11 orang yang punya resiko tinggi yaitu umur 38 keatas. Kita selektif, karena jumlah rapid test di Dinkes Baubau tinggal 23 dan enam petugas KKP juga akan di rapid test," tandasnya.(exa)