Satgas Covid-19 Baubau Disorot, Bikin Lengah Masyarakat

PUBLIKSATU, BAUBAU - DPRD menyoroti cara kerja dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau. Wakil rakyat menganggap Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan penyebaran Virus Corona itu belum transparan memberikan informasi kepada masyarakat.
"Terutama keterbukaan informasi, masih ada sebagian masyarakat kita melihat informasi Satgas ini belum sampai. Masyarakat masih berbisik-bisik di grup media sosial apa sebenarnya dilakukan Satgas ini," ungkap Legislator Partai Nasdem, Muh Ahadyat Zamani di kantor DPRD Baubau, Kamis (16/4).
Dia mencontohkan informasi kasus dua warga yang terindikasi terjangkit Covid-19, Rabu (15/4). Klarifikasi yang diberikan tim gugus tugas terkesan mengakali hasil rapid test dan kurang transparan.
"Kita memang pahami ada kekhawatiran jangan sampai terjadi kepanikan. Tapi, kalau ini juga tidak disampaikan, masyarakat akan menganggap hal ini biasa-biasa saja seperti tidak ada masalah," imbuhnya.
Selain itu, Ahadyat menyoroti tindakan medis terhadap dua orang yang terindikasi terinfeksi Covid-19 versi rapid tes itu hanya diisolasi mandiri di rumah. Semestinya tim gugus tugas langsung melakukan penanganan di ruang isolasi RSUD Baubau sambil menunggu hasil pemeriksaan Swab kedua pasien itu.
"Kemudian, ada juga masukan teman-teman dokter bahwa sebaiknya dalam kondisi seperti ini perlu dilakukan rapid test massal. Terutama kepada orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP). Jangan menunggu nanti ada gejala, kalau tidak kita bisa kecolongan," tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Baubau, AS Tamrin mengakui informasi valid terkait kasus Covid-19 diberikan satu pintu dari Satgas Gugus Tugas. Ini untuk mencegah kepanikan yang berpotensi lebih berbahaya dari Virus Corona itu sendiri.