Berita Terkini
Ragam

Buteng Diapit Dua Daerah Zona Merah Covid-19, Samahuddin Gencar Pantau Posko Perbatasan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 11 Mei 2020 16:35 WIB · 2 menit baca
Buteng Diapit Dua Daerah Zona Merah Covid-19, Samahuddin Gencar Pantau Posko Perbatasan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemantauan Posko Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tingkat desa dan kecamatan, tak hanya dilakukan Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin pada siang hari saja, tetapi pada malam hari juga.

Status zona merah Covid-19 dua daerah tetangga (Kabupaten Muna dan Kota Baubau), menjadi salah satu alasan Samahuddin menggencarkan pemantauan Posko penjagaan di perbatasan desa dan kecamatan siang dan malam hari.

Bupati yang gemar turun lapangan ini, tidak ingin daerah yang dipimpinnya dimasuki virus corona dari dua daerah tetangganya tersebut. Pemantauan Posko Covid-19 di tingkat desa dan kecamatan di malam hari dianggapnya sebagai Safari Ramadan tahun 2020 ini.

"Saat ini kita sudah diapit zona merah Covid-19 dari Kabupaten Muna dan Kota Baubau. Maka itu, penjagaan perbatasan pintu masuk dari dua daerah tetangga kita ini harus betul-betul diperketat. Termasuk posko-posko penjagaan di tingkat kecamatan dan desa," ungkap Samahuddin saat memantau Posko Covid-19 Kecamatan Sangia Wambulu di Desa Baruta Lestari yang berbatasan dengan Kecamatan Gu.

Dari hasil pantauannya, bupati menilai penjagaan di Posko Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Sangia Wambulu sudah cukup bagus. Hanya saja, ia menyarankan petugas kesehatan wanita tidak perlu ditugaskan berjaga malam.

"Kalau jaga malam seperti ini, cukup laki-laki saja. Jangan lagi ditugaskan dengan wanita," sarannya kepada Kepala Puskesmas Sangia Wambulu La Ode Yusni R Mahdy.

"Mereka sengaja datang pak, karena ingin bertemu langsung dengan pak bupati," sahut Yusni ke bupati.