Kepala Pelni: Tak Nyambung KM Dorolonda Dikaitkan dengan Pasien Positif Covid-19

PUBLIKSATU, BAUBAU - PT Pelni Baubau membantah bahwa dengan bertambahnya pasien positiv Covid-19 di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan dampak dari penumpang eks KM Dorolonda yang sempat berlabu sekitar bulan lalu di Pelabuhan Murhum Baubau.
Kepala PT Pelni Baubau, Capt A Sadikin MM MMar mengatakan menurutnya tidak logis kalau mantan penumpang KM Dorolonda yang sempat sandar di Baubau sejak awal bulan lalu dikait-kaitkan dengan kasus baru covid-19 di Sultra.
"Dimana nyambungnya? Dorolonda itu masuk di pelabuhan Murhum itu pada tanggal 7 April sementara sekarang kejadian yang positif 13 Mei artinya sudah satu bulan lebih, kan ini sudah lewat masa inkumbasinya," kata Sadikin dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (14/5).
Kemudian Sadikin menguraikan kronologi trayek KM Dorolonda sebelum dari pelabuhan Baubau. Sebelumnya pelabuhan Ternate, Bitung, Ambon, Namlea dan baru Baubau. Jadi dengan jumlah 523 penumpang yang turun di Baubau.
"Jadi dari Bitung ada 22 orang, Ternate ada 369 orang, Ambon 78 orang dan dari Namlea ada 54 orang sehingga total yang turun di pelabuhan Murhum ada 523 orang," urainya.
Lanjutnya, lalu setelah kapal dari Baubau kemudian berikutnya menuju barar diantaranya pelabuhan Makassar, Surabaya dan Jakarta. Kemudian balik lagi dari Jakarta menuju Baubau tiba 13 April dengan jumlah 82 orang yang turun.
"Adapun dari embarkasi Jakarta sekitar 36 orang, pelabuhan Surabaya 14 orang dan pelabuhan Makassar 32 orang sehingga secara keselurahan ada 82 orang," terangnya.