Penyaluran Bansos Dianggap Janggal, Warga Kadolomoko Ancam Boikot Kantor Lurah

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pencairan bantuan sosial tunai (BST) menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan, berbeda bagi warga Kelurahan Kadolomoko Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau justru sebaliknya yang dirasakan.
Karena tidak mendapatkan bantuan, tidak kurang dari 50 orang warga melakukan aksi demo di depan kantor kelurahan agar dengan harapan hak-hak mereka bisa tertunaikan.
Perwakilan masa pendemo, Nur Ikhsan mengatakan aksi demo yang digelar waktu pagi menjelang siang itu dilatarbelakangi atas tidak adailnya pihak kelurahan dalam membagikan bantuan masyarakat terdampak wabah virus corona Covid-19.
"Kami merasa dalam penerapan pembagian bantuan pihak kelurahan terlihat diskriminasi bagaimana tidak, ada yang dapat dan ada juga yang tidak tersentuh padahal sangat layak untuk mendapatkan bantuan," kata Ikhsan saat memimpin demo, beberapa waktu lalu.
Selanjutnya warga meminta agar bisa difasilitasi untuk berdiskusi bersama Lurah dengan tujuan mempertanyakan kenapa waraga yang lain mendapatkan bantuan sementara mereka (pendemo, red) tidak dapatkan bantuan.
"Anehnya ada satu rumah 8 orang mendapatkan bantuan bahkan ada yang masi dalam tanggungan orangtuanya ikut mendapatkan bantuan," tukasnya.
Lalu massa aksi diterima Lurah Kadolomoko Muh Yusuf, mantan Lurah Kadolomoko yang sekarang sebagai Kabid Penanganan Kemiskinan Dinas Sosial LM Arfan dan Kadis Sosial Abdul Rajab.