Berita Terkini
Baubau

Pesantren SAW Kembali Mondok, Santri Disemprot Disinfektan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 8 Juni 2020 14:27 WIB · 2 menit baca
Pesantren SAW Kembali Mondok, Santri Disemprot Disinfektan
Abdul Rasyid Sabirin

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Abdul Wahid (SAW) kembali membuka aktivitas belajar mengajar setelah sempat libur sekitar dua bulan akibat wabah Covid-19. Para santri dari berbagai daerah mulai mondok lagi di Ponpes di Kelurahan Bataraguru Kecamatan Wolio ini sejak kemarin, Minggu (7/6).

"Iya, kami Pesantren Abdul Wahid sudah masuk belajar secara bergelombang untuk mengurai kerumunan. Hari ini, (kemarin, red) untuk kelas IX, selanjutnya besok (Senin, red) kelas X dan XI," ungkap Pimpinan Ponpes SAW Baubau, KH Abdul Rasyid Sabirin dikonfirmasi via seluler, kemarin.

Dia menguraikan, saat ini, total santri yang menuntut ilmu di Ponpes SAW berjumlah sekitar 280 orang. "Hari ini yang masuk kurang lebih 100, besok sekitar 80 dan kelas Aliyah tidak terlalu banyak yang memang tinggal didalam kompleks pesantren," urainya.

Asal santri, runut dia, dari Kota Baubau paling banyak. Menyusul Kabupaten Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Buton dan Buton Utara (Butur). "Kalau yang dari luar Buton ada juga dari Ambon, tapi mereka belum masuk karena daerahnya masih lockdown," imbuhnya.

Kata dia, program pesantren salah satunya persiapan ujian akhir tahun menjadi alasan Ponpes kembali beraktivitas di masa Covid-19 ini. "Tapi, santri yang belum bisa masuk karena Covid-19, kita beri kebijaksanaan nanti ikut ujian susulan," tuturnya.

Kendati kembali beraktivitas, tegas dia, pihaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan. Setiap santri diminta bawa masker, dan dianjurkan bawa vitamin, hand sanitizer dan bawa surat keterangan sehat dari Puskesmas atau Gugus Tugas Covid-19.

"Ketika mereka (santri) tiba di pesantren, ada tim kesehatan yang menerima sesuai protokol kesehatan. Santri akan diukur suhu tubuhnya, disemprot disinfektan dan diwawancarai tentang penyakit khusus," bebernya.