Demonstran Minta DPRD Busel Bentuk Pansus Soal Dugaan Ijazah Palsu Arusani
Bagikan

PUBLIKSATU - Sejumlah massa dari Pemuda Kepulauan Buton (Kepton) Kabarakati melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Buton Selatan (Busel) dan di Sekretariat DPRD Busel, Kamis (18/6/2020). Aksi tersebut soal dugaan ijazah palsu yang dimiliki Bupati Busel La Ode Arusani.
Dalam tuntutannya, mereka meminta kepada DPRD membentuk Panitia khusus (Pansus) untuk mengusut kasus dugaan ijazah palsu tersebut. Massa aksi menyebut, berdasarkan surat dari Ombudsman RI perwakilan Papua bahwa SMP Negeri Banti yang menerbitkan ijazah tersebut tidak menggelar ujian nasional pada tahun 2005. Sementara diketahui pada tahun yang sama ijazah La Ode Arusani terbit.
"Sampai sekarang kasus tersebut tidak ada titik terang, masih ada lagi temuan baru. Harapan kami meminta kepada DPRD membentuk pansus sesuai perintah dari Ombudsman. Dalam surat itu 30 hari harus membentuk pansus," ucap Jenderal lapangan aksi, La Ode Tazrufin.
Menerima para demonstran seorang diri, Anggota DPRD Busel, La Hijira mengungkapkan, tuntutan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan dan anggota lainnya. Sebab, pembentukan pansus tidak bisa ia putuskan seorang diri.
"Ini kasus sudah lama, puncaknya pada 2019. Menurut DPRD ini sudah menjadi ranah hukum karena sudah ada putusan pengadilan. Namun pada perjalanannya mulai lagi tahun ini temuan Ombudsman RI perwakilan papua. Meminta kepada Dinas Provinsi Papua untuk mencabut ijazahnya. Dugaan ini belum berakhir karena ada temuan atau novum baru," kata La Hijira saat menerima pendemo di ruang rapat DPRD Busel.
Olehnya itu dalam kesempatan tersebut, ia meminta massa pendemo untuk datang lagi ketika seluruh Anggota DPRD Busel sudah ada di kantor. Sebab saat ini para legislator Busel sedang melaksanakan kunker di Kendari dan Muna dalam rangka melakukan konsultasi tentang penanganan Covid-19.
Mendengar penjelasan dari legislator Partai Golkar tersebut, massa tak menerima dan mencoba melakukan penyanderaan terhadap La Hijira. Aksi baku dorong pun terjadi. Beruntung pihak kepolisian dengan cepat mengamankan kondisi tersebut. Setelah itu para demonstran membubarkan diri dengan tertib.