Berita Terkini
Ragam

KDRT di Singapura Melonjak Selama Pandemi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 7 Juli 2020 15:12 WIB · 2 menit baca
Bagikan
KDRT di Singapura Melonjak Selama Pandemi

PUBLIKSATU – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melonjak di Singapura. Hal ini seiring dengan diberlakukannya semi lockdown (circuit breaker) di negara itu.

Singapura mencatat telah terjadi peningkatan 30 persen kasus dan meminta bantuan kepada layanan perlindungan anak Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga. Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Desmond Lee menjelaskan permintaan layanan itu termasuk masalah KDRT.

“Pertanyaan termasuk yang terkait dengan ketegangan dalam keluarga, konflik perkawinan dan perselisihan dan beberapa melibatkan insiden kekerasan,” katanya Senin (6/7) seperti dilansir dari Straits Times.

Dengan demikian, jumlah kasus baru yang diselidiki pada orang dewasa dan layanan perlindungan anak meningkat secara marginal sebesar 5 persen pascalockdown. Lee memberikan angka pembaruan itu dalam sebuah posting Facebook.

Dia menulis tentang kunjungannya ke Casa Raudha Women Home, tempat penampungan krisis yang menyediakan perlindungan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan keluarga. Kekerasan keluarga telah meningkat sejak langkah pemutus sirkuit dimulai pada 7 April.

Terdapat 476 laporan polisi. Pelanggaran umumnya terkait dengan kekerasan keluarga dari 7 April dan 6 Mei, meningkat 22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal tersebut dikarenan individu dan keluarga mungkin mengalami lebih banyak tekanan di tengah semi lockdown yang berpotensi menyebabkan kekerasan. Gugus tugas sudah dibentuk pada Februari untuk mengatasi masalah kekerasan dalam keluarga dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada para korban. Tim diketuai bersama oleh Sekretaris Parlemen Senior untuk Urusan Dalam Negeri Sun Xueling dan Sekretaris Parlemen Senior untuk Pembangunan Sosial dan Keluarga Muhammad Faishal Ibrahim. (*)

Bagikan