Pihak Kelurahan Diduga Sunat BLT Warga

PUBLIKSATU, BAUBAU - Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) terhadap masyarakat terdampak covid-19 menjadi suatu kebahagiaan, namun sebaliknya berbeda yang dirasakan Wa Ode Arianti warga Kelurahan Kadolo, Kecamatan Kokalukuna.
Arianti yang menyandang status janda disebabkan karena belum lama ini suaminya meninggal dunia merasa kecewa atas penyaluran BLT yang diterimanya semestinya mendapatkan sebanyak Rp 1.800.000 namun ironisnya yang diberikan pihak kelurahan hanya Rp 600.000
"Sekarang sudah masuk tahap ketiga penyaluran, namun anehnya untuk tahap pertama dan kedua saya belum terima, sementara dari pihak kelurahan menjanjikan akan memberikan seluruhnya," kata Arianti kepada Buton Pos di kediamanya, Senin (6/7).
Arianti sedikit menyinggung terkait keberadaanya di Kendari disebabkan suaminya belum lama ini telah meninggal dunia, sehingga tidak sempat mengambil bantuan yang didapatkannya, baik tahap pertama maupun tahap kedua.
"Setelah tiba di Baubau, saya diinformasikan bahwa hari ini bantuan di kantor Pos sudah cair, lalu saya diminta datang di kelurahan untuk mengambil uang 600 ribu, inikan tidak sesuai yang dijanjikan," bebernya.
Kemudian yang menjadi kekecewaan berikutnya, Arianti berharap dengan adanya bantuan yang diterimanya bisa memudahkan dalam proses pembangunan rumahnya yang rencana mau ditempati.
"Padahal kalau terimanya full, rencana uangnya dipergunakan untuk membeli bahan-bahan keperluan rumah yang sementara kami bangun, seperti atap seng dan keperluan lainnya," ucapnya.