Berita Terkini
Baubau

Pemprov Sultra Minta ASN Baubau Konsisten Pakai Masker

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 25 Juli 2020 13:42 WIB · 2 menit baca
Pemprov Sultra Minta ASN Baubau Konsisten Pakai Masker
Asisten III Pemprov Sultra, Zanuriah meninjau kesiapan Pemkot Baubau menjalankan new normal. Zanuriah tampak berbincang-bincang dengan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Baubau, dr Lukman

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk menjadi contoh kepada masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya membiasakan diri memakai masker di tempat umum.

Ini diungkapkan Asisten Bidang Administrasi Pemprov Sultra, Zanuria saat meninjau kesiapan Pemkot Baubau dalam menjalankan new normal atau kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19, Kamis (23/7) kemarin.

"ASN ini harus memberikan contoh kepada masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Jangan justru ASN yang menyalahi, tidak memakai masker di kantor, pasar atau dimana saja," ujar Zanuria di Sekretriat Gugus Tugas Covid-19 Baubau.

Secara umum, menurut dia, Pemkot Kota Baubau sudah cukup patuh dalam menerapkan protokol kesehatan di perkantoran. Kesimpulan sementara itu setelah melihat aktivitas ASN dan ketersediaan tempat cuci tangan di Sekretriat Daerah (Setda) Baubau.

"Saya sudah ke Palagimata (Setda Baubau) melihat kesiapan ASN. Alhamdulillah, disana saya tidak temukan mereka ASN tidak pakai masker. Hanya saja, saya belum jalan ke pasar apakah masyarakat sudah siap dengan new normal," imbuhnya.

Zanuria memuji gerak cepat merumuskan panduan hidup adaptasi baru di tengah wabah Covid-19 yang diberi istilah road map 'Semesta'. "Ini sejalan dengan peraturan pemerintah pusat, baru Kota Baubau yang ada," tukasnya.

Dia juga mengaku belum tahu menahu soal Pemprov menerbitkan aturan pemberian sanksi salah satunya penilangan bagi orang yang bepergian tanpa masker. "Kemungkinan informasi pemberian sanksi seperti yang beredar melalui pesan WhatsApp itu hoax atau bohong, karena saya belum dapat hitam di atas putihnya," pungkasnya.(publiksatu)