Rusak Susu Sebelanga?
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
SEKDA Warning Puskesmas Tidak Gegabah Keluarkan Hasil Rapid Tes. Begitu bunyi judul di laman Facebook Pemkot Baubau yang dirilis, Minggu (2/8) lalu.
Rupanya terbitnya surat keterangan hasil rapid test non reaktif terhadap tiga anggota DPRD Buton Tengah (Buteng) di Baubau, disikapi serius. Apalagi ketiganya sudah keluar hasil swabnya, positif. Sejalan dengan hasil rapid test di Buteng, reaktif.
Tidak tanggung-tanggung, pertemuan digelar satu hari setelah Lebaran Idul Adha 1441 H. Acara dihadiri para kepala Puskesmas dan survelaince se-Kota Baubau di Auditorium Palagimata, Kantor Wali Kota Baubau, Sabtu (1/8).
Sekot Baubau, Dr Roni Muhtar, M.Pd mewarning seluruh kepala Puskesmas agar tidak gegabah mengeluarkan hasil rapid test. Tetap memperhatikan aturan dan mekanisme yang berlaku di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Baubau.
Roni sangat menyesalkan keluarnya surat keterangan sehat anggota DPRD Kabupaten Buteng yang diperoleh dari Kota Baubau. Diakui, bila hal ini betul, maka dipastikan ada kesalahan mekanisme, prosedur, ketidaksesuaian protap.
Sebab sepengetahuannya sudah beberapa kali disampaikan di rapat-rapat dengan jelas dan tegas bahwa pemberian surat keterangan sehat jangan menjadi sesuatu yang digampangkan. Karena, kewenangan keluarnya surat keterangan sehat dari Puskesmas ada teken dr Lukman, Sp.PD sebagai dokter di Gugus Tugas Covid-19 Baubau. Plus ada kolom yang ditandatangani dokter di Puskesmas setempat dan ini sudah menjadi kesepakatan bersama.
”Kalau tidak ada seperti ini maka ini kesalahan prosedur, ini kekeliruan yang pada akhirnya berujung pada pencitraan Gugus Tugas Covid-19 Baubau agak kurang baik. Padahal, selama ini susah payah dibangun dan dipertahankan walaupun digempur, dicaci maki karena tidak bekerja tidak perduli dengan cemoohan tersebut dan Gugus Tugas Covid-19 tetap bekerja. Tapi kemudian, yang kejadian tersebut reputasi gugus tugas agak anjlok dan menjadi pembenaran bagi masyarakat awam bila kerja gugus tugas amburadul, kerja tidak ada protapnya. Ini yang disesalkan, ini dianggap susu sebelenga dirusak nila setitik,” ulasannya.