Baubau

Dinas Koperasi Pesan Alat-alat Produksi UKM Rp 2,4 Miliar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 14 Agustus 2020 15:38 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dinas Koperasi Pesan Alat-alat Produksi UKM Rp 2,4 Miliar
H Yakub

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Baubau memesan alat-alat peningkatan produksi. Salah satu diantaranya merupakan mesin pengemasan produk.

Biaya pembelian alat-alat peningkatan produksi itu rencana diambil dari dana pemulihan ekonomi yang digelontorkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) sekitar Rp 13 miliar. Selanjutnya, alat-alat tersebut akan dibagikan kepada koperasi dan pelaku UMKM di Kota Baubau.

"Jadi, dana dari pemerintah pusat kurang lebih Rp 13 miliar, itu dibagi ke beberapa unit kerja. Kami Dinas Koperasi dapat Rp 2,4 miliar. Semua dana ini, kami belanjakan untuk kebutuhan produksi bagi pelaku UKM yang terdampak," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Baubau, Yakub dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (13/8).

Alat peningkatan produksi itu, urai mantan Kabag Umum Setda Baubau ini, antara lain blender, mixer, oven, kompor, tenda kerucut, gergaji dan bor. Rencananya, akan dibagikan kepada 200 UKM se-Kota Baubau.

"Kita juga sudah pesan empat jenis mesin pengemasan produk seharga kurang lebih Rp 8 juta per unit. Mesin ini kita akan simpan di aula kantor untuk dipakai bersama. Jadi, teman-teman yang membutuhkan pengemasan produk, bisa datang ke kantor, kita fasilitasi dan siapkan bahan bakunya seperti plastik," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah mengalokasikan bantuan sebanyak 40 unit komputer beserta printer untuk koperasi. Perangkat ini diharapkan bisa mendukung koperasi dalam melaksanakan fungsinya seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT).

"Kalau DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran)-nya sudah keluar, maka ini langsung kita eksekusi. Tapi, yang jelas alat-alat itu sudah kita pesan di Jakarta dan Surabaya. Kita berharap bantuan itu nanti mempercepat pemulihan ekonomi khususnya bagi UKM dan koperasi yang nyaris gulung tikar akibat pandemi Covid-19," pungkasnya.(publiksatu)

Bagikan