Dinkes Baubau Gamang Beli PCR

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berniat membeli Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Baubau masih ragu untuk merealisasikan rencana itu pada tahun ini.
"Kami mendapatkan dukungan dari pak Wali Kota untuk membeli PCR. Tapi yang menjadi problem, waktunya sangat sempit kalau direalisasikan pada APBD Perubahan 2019," kata Kepala Dinkes Baubau, Wahyu, dikonfirmasi usai mengikuti rapat di Bappeda Baubau, Kamis (19/8).
Menurut dia, alat pendeteksi keberadaan material genetik itu belum diproduksi di Indonesia. Sehingga, pengadaannya harus dipesan di luar negeri.
"PCR seharga Rp 2 miliar sekian ini merupakan barang impor. Barang sebesar itu tidak mungkin dimuat pakai pesawat, harus pakai kapal. Ini membutuhkan waktu, bisa-bisa barangnya tiba di Kota Baubau sudah menyeberang tahun," imbuhnya.
Selain waktu sempit, beber dia, masalah yang tidak kalah rumitnya adalah belum ada Sumber Daya Manusia (SDM). Pihaknya harus mengirim tenaga untuk pelatihan cara pengoperasian PCR.
"Sehingga, kita sepakat dalam rapat Bappeda tadi bahwa pengadaannya digeser di APBD 2021. Toh, berdasarkan analisis para ahli bahwa sepertinya Covid-19 ini belum berakhir dalam waktu dekat," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau sudah ada Tes Cepat Molekuler (TCM). Namun, alat tersebut tidak cukup efisien untuk memeriksa sampel pasien.