Berita Terkini
Ragam

Satu Kantor OPD Buteng Mulai Dibangun di Desa Nepa Mekar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 22 Agustus 2020 14:59 WIB · 2 menit baca
Satu Kantor OPD Buteng Mulai Dibangun di Desa Nepa Mekar

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buteng (Pemkab Buteng) mulai membangun satu kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo. Kantor tersebut berdiri diatas lahan yang sudah dihibahkan masyarakat setempat seluas 15 hektar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buteng, Ir H Maiynu, mengatakan lahan perkantoran di Desa Nepa Mekar itu sudah tidak ada masalah, sehingga Pemkab Buteng berani membangun kantor di atas lahan tersebut.

"Tahun 2020 ini baru satu kantor OPD yang dibangun di lahan perkantoran di Desa Nepa Mekar itu," ungkap Maiynu ditemui rekan media di ruang kerja, beberapa waktu lalu.

Ditanya, kantor OPD apa yang akan dibangun diatas lahan seluas 15 hektar tersebut? mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Buteng ini belum memastikannya. "Kita belum tahu OPD apa yang akan menempatinya, nanti kita lihat saja kedepannya kalau sudah jadi kantor," tukasnya.

Adanya kantor OPD di Desa Nepa Mekar tersebut, diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan sekitarnya. Disusul pertumbuhan rumah-rumah penduduk, sehingga antara Desa Nepa Mekar dan Kelurahan Boneoge nanti dapat menyatu sepanjang jalan kedepannya.

Bupati Buteng H Samahuddin, dalam beberapa kali kesempatan saat membicarakan rencana pembangunan perkantoran menyampaikan akan membangun perkantoran secara menyebar. Kantor OPD yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perizinan, dan Dinas pelayanan masyarakat lainnya dipusatkan di ibukota Labungkari.

Sementara, dinas-dinas teknis lainnya akan disebar antara Labungkari sampai Langkomu, antara Boneoge sampai Waara dan One Waara, dan Wadiabeo-Kolowa menuju Lombe Kecamatan Gu. Hal ini dilakukan untuk pemerataan pembangunan, mempercepat pertumbuhan ekonnomi masyarakat, dan koneksitas wilayah antara kecamatan satu dengan lainnya.(publiksatu)