Pencalonan Ketua Golkar Baubau, Zahari Dapat Diskresi, Amiruddin Mundur
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Amiruddin membuat keputusan mengejutkan dalam bursa Bakal Calon Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) periode 2020-2025. Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau ini memilih mundur setelah sempat mengambil formulir pendaftaran pada Kamis (20/8) lalu.
"Saya tidak ikut lagi bursa (pencalonan Ketua Golkar Baubau) itu. Artinya saya tidak lanjut lagi proses pendaftaran. Insyaallah, sebentar saya sampaikan rencana mundur ini ke panitia penjaringan Bakal Calon Ketua Golkar Baubau," ungkap Amiruddin, dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu (23/8).
Alasan menarik diri dari pendaftaran, kata Amiruddin, karena Zahari telah mengantongi Diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Dimana, surat rekomendasi itu menjadi tiket khusus pencalonan bagi kader Golkar yang sudah menjabat ketua selama dua periode.
"Diskresi DPP ini adalah bentuk kelayakan pak Haji Zahari untuk kembali memimpin Golkar Baubau kedepan. Tentunya, saya sebagai kader sangat menghormati dan tidak mungkin akan melakukan perlawanan terhadap kebijakan DPP itu," ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Baubau ini pun meyakini DPP Golkar tidak sembarangan memberikan Diskresi kepada kader. Pasti banyak pertimbangan salah satunya kesusksesan Zahari menahkodai Golkar Baubau periode 2015-2020.
"Keberhasilan pak Haji Zahari memimpin Golkar Baubau itu tercermin dari perolehan empat kursi legislatif di DPRD Baubau. Bahkan, keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Golkar menduduki kursi Ketua DPRD Baubau periode 2019-2024," imbuhnya.
Selain itu, menurut dia, Haji Bobi-sapaan akrab Zahari cukup cekatan dalam memanajemen pengurus Golkar Baubau. Pun, Zahari membuktikan kemampuan menjalin komunikasi yang harmonis dengan DPP dan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) I Golkar Sulawesi Tenggara.