Petani Menjerit Kesulitan Dapat Pupuk Bersubsidi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Hasil padi sawah pada musim panen kedepan terancam menurun drastis. Sebabnya, petani mulai kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi di pasaran.
Petani merasakan kelangkaan bahan penyubur tanaman itu sejak musim tanam kedua tahun ini. Salah satunya dialami petani Kelurahan Kampeonaho Kecamatan Bungi, Dika.
"Sekarang ini kita rasa susah dapat pupuk subsidi, hanya 10 sak saja untuk satu hektar lahan. Padahal musim tanam tahun lalu kita bisa dapat 12 sak," ungkap Dika kepada wartawan, Rabu (2/9).
Kondisi ini, menurut dia, dikhawatirkan berdampak pada menurunnya jumlah produktivitas. Sehingga, berakibat pada meruginya petani.
"Pupuk subsidi sangat dibutuhkan petani. Sementara kalau mau beli pupuk non subsidi, kita tidak disanggup karena harganya dua kali lipat lebih mahal," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Baubau, Muhammad Rais merasa kelangkaan pupuk bersubsidi ini lantaran usulan petani tidak disetujui seluruhnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Kita hanya mengusul di provinsi karena kebijakannya disana. Kelangkaan ini kemungkinan ada kaitannya juga dengan pengurangan kuota pupuk bersubsidi oleh pemerintah pusat," kata Rais, di kantornya.