Rp 12,8 T
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
DUA tahun sudah duet Ali Mazi-Lukman Abunawas (Aman) memimpin Sultra. Ekspose pembangunan dilakukan. Mata saya mempelototi ekspor.
Disebutkan, semester pertama tahun 2019 Sultra berhasil membukukan volume ekspor senilai USD 652,37 juta. Sedangkan pada semester pertama tahun 2020 meski sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, volume ekspor Sultra mencapai 527,62 ribu ton, senilai USD 914 juta atau sebesar Rp 12,80 triliun.
Negara tujuan utama, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jerman, Thailand, Italia dan India.
Beberapa produk utama Sultra yang menjadi primadona ekspor diantaranya ferro nikel, aspal buton, stainless steel, ikan cakalang, udang vennamei, kacang mete, cocoa butter atau lemak kakao, gurita beku hingga serabut kelapa.
Apabila dibandingkan dengan tahun 2019, terakumulasi sejak januari hingga Juli terjadi peningkatan nilai ekspor tahun 2020 sebesar 9,59 persen.
Suatu angka yang luar biasa. Bandingkan dengan APBD Sultra tahun 2018 dari Rp 3,97 triliun, 2019 naik menjadi Rp 4,24 triliun, dan 2020 meningkat menjadi Rp 5,64 triliun.