Pustu Batulo Tak Terawat, Lansia Makin Setengah Mati
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Warga Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio mulai merasakan sesak untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan terdekat. Lantaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau sudah dua tahun terakhir ini tidak memfungsikan Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat.
Mirisnya lagi, bangunan Pustu itu kini dalam keadaan tidak terawat. Plafon menjulur tidak beraturan, atap dijalari rumput liar, dinding jadi sarang rayap dan lantai kotor semrawut.
Kondisi ini disoroti Anggota DPRD Kota Baubau, Acep Sulfan. Legislator Partai Gerindra ini mendesak Pemkot dalam hal ini Dinas Kesehatan Baubau untuk segera merehabilitasi Pustu Batulo.
"Saya minta Pustu Batulo ini segera difungsikan kembali. Karena sudah banyak warga yang mengeluh mengapa tidak kunjung ada pelayanan di Pustu itu," kata Acep dikonfirmasi via telepon seluler, Kamis (10/9) kemarin.
Ia membeberkan, menurut warga, Pustu tersebut terakhir kali difungsikan sekitar tahun 2018 lalu. Selama Pustu vakum, warga Batulo terpaksa mendaki di Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI) demi memperoleh pelayanan kesehatan dari Puskesmas Wolio.
"Ini sungguh ironis, terutama bagi para Lansia (Lanjut Usia). Saya yakin pak Wali Kota juga akan sedih kalau tahu orang-orang tua harus menempuh perjalanan yang lumayan berjarak untuk mendapatkan layanan kesehatan," imbuh Ketua Fraksi Gerindra-Sejahtera ini.
Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Baubau ini berharap kepada Pemkot Baubau agar secepatnya mengalokasikan anggaran perbaikan Pustu Batulo. "Paling tidak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Bahkan, kalau perlu di Perubahan APBD 2020 ini," tambahnya.(publiksatu)