Berita Terkini
Baubau

Rapat Bersama KPK, AS Tamrin Ungkap Aset Daerah yang Terbengkalai

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 12 September 2020 02:37 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Rapat Bersama KPK, AS Tamrin Ungkap Aset Daerah yang Terbengkalai

PUBLIKSATU, BAUBAU - Wali Kota Baubau H. AS Tamrin meminta kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) untuk melakukan pengawasan guna tercapainya optimalisasi pendapatan serta manajemen aset daerah. Hal ini ia sampaikan melalui rapat virtual bersama KPK dan Pemerintah Kabupaten Buton di rumah jabatannya, Jum’at (11/09/2020).

AS Tamrin mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan terhadap optimalisasi pendapatan dan manajemen aset. Terkait dengan kebocoran anggaran, ia akan secepatnya memerintahkan pada semua kepala-kepala SKPD untuk melakukan pembenahan. Menurutnya, kebocoran-kebocoran tersebut kebanyakan bersumber dari pemasukan pendapatan asli daerah. Karena itu pihaknya akan menertibkan manajemen ASN, kapabilitas APIT, pelayanan terpadu satu pintu dan pengadaan barang jasa.

“Kebocoran ini bisa saja bersumber dari pemasukan dan pengeluaran. Namun yang sering terabaikan adalah kebocoran pemasukan, untuk itu kita harus efektifkan. Saya akan perintahkan kepada kepala-kepala SKPD agar bekerja lebih serius lagi," ungkapnya.

Soal manajemen aset, AS Tamrin mengakui Pemerintah Kota Baubau masih terkendala dengan belum adanya penyerahan secara keseluruhan dokumen-dokumen aset dari Kabupaten Buton. Oleh sebab itu, dengan belum diserahkannya dokumen-dokumen aset tersebut pihaknya sulit untuk melakukan pengurusan sertifikat. Kemudian, dengan tidak adanya dokumen-dokumen, bangunan-bangunan kantor tersebut menjadi terbengkalai dan tidak terurus. Pasalnya, pihaknya tidak punya dasar untuk melakukan pembenahan agar bisa di pergunakan sebagaimana mestinya,

“Kita mau sertifikatkan aset-aset ini, tapi kendalanya adalah sebagian besar dokumen-dokumen aset ini belum diserahkan kepada kami oleh pemerintah Kabupaten Buton. Kita juga ingin membenahi kantor-kantor itu menjadi terhambat, apakah kita rehab atau kita bersihkan. Tapi kita tidak mempunyai dasar hukum untuk kita benahi," paparnya.

Untuk itu, AS Tamrin meminta agar pihak-pihak terkait untuk segera menjernihkan persoalan aset tersebut. Pasalnya, masyarakat menyaksikan ada banyak aset-aset yang tidak terurus. Ia berharap agar dengan rapat cirtual tersebut dapat menggugah dan membangkitkan semangat semua pihak terkait, untuk menertibkan aset-aset yang terbengkalai itu.

Ia juga mengajak pihak pemerintah Kabupaten Buton agar bersama-sama melaksanakan perintah Undang-Undang dengan duduk bersama untuk membicarakan persoalan aset-aset tersebut.

Bagikan