Warganya Setengah Abad Terlantar di Rumah Mirip 'Kandang', Pemkot Saling Lempar Tanggungjawab

PUBLIKSATU, BAUBAU - Belasan warga Kelurahan Batulo, Kecamatan Wolio dibiarkan hidup di rumah sangat tidak layak huni selama bertahun-tahun. Ironisnya lagi, potret kehidupan ini seolah sepele bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
Dinding terbuat dari tripleks, terpal dan kayu lapuk serta beratapkan seng bekas. Inilah kondisi rumah-rumah yang berada di tengah pemukiman padat lorong SKB Kelurahan Batulo tersebut.
Realita ini dialami salah seorang warga RT 002/RW 006, Hasnia (54). Janda empat anak dan 11 cucu ini sudah hampir setengah abad tinggal di rumah reot. Kala hujan, lantai rumahnya kerap diterjang air dari arah atas dan bawah. Air masuk lewat atap bocor dan kiriman dari jalan umum. Pun, ia tak bisa membendung tetesan air matanya ketika coba diwawancarai wartawan.
"Sudah dari tahun 1973 saya tinggal di sini. Selama itu saya tidak pernah disentuh sedikit pun. Saya ini selalu didata, rumah difoto, tapi sampai sekarang tidak ada hasil," ungkap Hasnia sembari terisak-isak.
Dia mengaku ditinggal suami sudah sekitar 20 tahun lamanya. Untuk menyambung hidup, ia berjualan secara periodik. Selain BPJS Kesehatan dan Sembako Covid-19, Hasnia tak disentuh bantuan apapun.
"Saya ini tidak punya penghasilan tetap, hanya menjual kalau ada yang bisa dijual. Saya sangat berharap kalau bisa pemerintah mau memperhatikan kami," pintanya memelas.
Sementara itu, Ketua RT 002/RW 006, La Ode Jia mengungkapkan, tahun ini pihaknya mengusulkan lima unit rumah untuk dibedah. Rumah itu salah satunya adalah milik Hasnia. Selebihnya, berprofesi tukang ojek.