1 Tahun Tragedi, BEM Unidayan Desak Polri Usut Tuntas Pembunuhan Randi dan Yusuf
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Mengenang satu tahun tragedi pembunuhan yang dialami Randi dan Yusuf, Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang diduga dilakukan oleh Oknum Kepolisian Polda Sultra. BEM Unidayan melakukan unjuk rasa di Polres Baubau, Rabu (30/09/2020) meminta Polri usut tuntas meninggalnya dua Mahasiswa Kendari tersebut.
Ketua BEM Unidayan, Dalman mengungkapkan gugurnya 2 mahasiswa yang disebutnya pahlawan demokrasi tersebut masih menyisahkan kenangan pahit dan luka mendalam bagi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra).
Luka yang belum sembuh ini kini diperburuk dengan tidak beresnya perjalanan penyelesaian kasus pembunuhan Randi dan Yusuf yang sampai sekarang tak kunjung menemui titik terang.
Melihat persoalan tersebut, sejumlah Mahasiswa di Kota Baubau yang tergabung dalam AIiansi Mahasiswa Bersatu Kota Baubau yang terdiri dari beberapa lembaga Internal dan Ekseternal kampus yakni Badan Eksekutif Mahasiswa se kota Baubau dan Cipayung plus kota Baubau mendesak dan menyampaikan 3 tuntutan yang dimana salah satunya adalah mengusut tuntas akan meninggalnya saudara Randi dan Yusuf di medan juang pada tanggal 26 September 2019 yang hari ini dikenang sebagai tragedi SEDARAH.
Dalam proses dialog panjang antra Aliansi Mahasiswa Kota Baubau dan kepolisian kota Baubau yang langsung dipimpin Kapolres Kota Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari akhirnya berujung pada kesapakatan bahwa Kapolres Kota Baubau siap meneruskan aspirasi Aliansi Mahasiswa Bersatu Kota Baubau ke Polda Sultra dalam bentuk pernyataan sikap yang disusun oleh Aliansi Mahasiswa Bersatu Kota Baubau.
Tentu komitmen yang disampaikan oleh Kapolres Kota Baubau termuat dalam selembar pernyataan sikap yang langsung di tandatangani oleh Kapolres Baubau.
"Tak cukup dengan hanya sebatas pernyataan sikap Kapolres Kota Baubau, aspirasi mahasiswa yang akan diteruskan oleh Kapolres Baubau ke Kapolda Sultra akan kami cek 2 hari setelah aksi siang tadi. Melalui teman-teman Mahasiswa Kendari yang sampai sekarang juga masih kokoh dan berjuang untuk mendesak Polda Sultra mengusut tuntas kasus pembunuhan Randi dan Yusuf," ujar Dalman kepada media ini.