Berita Terkini
Buteng

Terdampak Covid-19, KPM PKH Dapat Bansos Beras 45 Kg

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 7 Oktober 2020 14:38 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Terdampak Covid-19, KPM PKH Dapat Bansos Beras 45 Kg
Kadis Sosial Buteng Abidin, menyerahkan bantuan sosial beras kepada KPM PKH Kelurahan Lakudo

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), melauncing peluncuran Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Buteng. Masing-masing KPM menerima 45 Kilogram beras untuk tiga bulan (Agustus-September-Oktober).

Launcing BSB dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut diluncurkan Kadis Sosial Kabupaten Buteng Abidin, didampingi Koordinator PKH Kabupaten Buteng Rasid Sabi, di Kantor Kelurahan Lakudo, Selasa (6/10). Di Kelurahan Lakudo tersebut, tercatat 150 KPM PKH yang mendapat BSB.

"Ada 5.070 KPM PKH di Kabupaten Buteng. Mereka akan mendapat BSB dari Kemensos selama tiga bulan (Agustus-September-Oktober). Setiap KPM diberi BSB 15 Kilogram setiap bulannya dan karena ini sudah bulan Oktober, sehingga diterimakan tiga bulan sekaligus sebanyak 45 kilogram," ungkap Abidin usai melauncing BSB.

Mantan Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Buteng yang baru tiga bulan menjabat Kadis Sosial Buteng ini menambahkan, pihaknya bersama Koordinator PKH akan membagikan BSB di desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Buteng kepada para PKM PKH yang terdampak Covid-19.

"Mudah-mudahan BSB dari Kemensos ini dapat meringankan kebutuhan pokok para KPM PKH ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir," harapnya.

Ditanya, apakah ada bantuan BSB tahap berikutnya dari Kemensos lagi? Abidin mengaku belum mendapat informasi dan petunjuk. Begitu pula pada tahun 2021 nanti, apakah BSB tersebut berlanjut atau ada bantuan sosial dalam bentuk lain.

"Kita berharap ada bantuan seperti ini lagi dari Kemensos, karena sangat membantu meringankan kebutuhan masyarakat miskin yang terdata dalam PKH. Apalagi dalam menghadapi wabah Covid-19 yang belum kita ketahui kapan akan berakhir," pungkasnya.(publiksatu)

Bagikan