Soal Video Miras, Politisi PDIP Tuding Inspektorat Baubau Plin-plan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Politisi PDIP, Rais Jaya Rachman menentang keras anggapan video dugaan pesta minuman keras (Miras) oknum Aparat Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Baubau inisial FN dinilai berita bohong alias hoax. Dia menyayangkan asumsi tersebut lahir dari Inspektorat Kota Baubau.
Ketua Badan Kehomatan, Ideologi, Kaderisasi dan Organisasi DPC PDIP Baubau ini menilai pola berpikir Inspektorat Baubau atas video viral itu terlihat plin-plan. Bagaimana tidak, video langsung disimpulkan hoax hanya berdasarkan keterangan dua saksi yang menjadi pemeran dalam video itu.
"Sebelumnya, Inspektorat menyatakan bila FN tidak melapor ke Polisi, maka patut diduga video viral itu adalah sebuah kebenaran. Sehingga, kalau sekarang cuma berdasarkan keterangan beberapa pihak, terus ditarik kesimpulan bahwa video itu sebuah kebohongan, maka Inspektorat ini sudah tidak konsisten," kata Rais kepada wartawan via seluler, Senin (12/10).
Sebab, menurut dia, faktanya hingga saat ini belum juga terdengar sedikit pun FN telah melakukan upaya hukum atas video dugaan pesta miras bersama Anggota DPRD Baubau NA (inisial) itu.
"Kalau tidak diambil upaya hukum itu, maka ini akan menjadi bola liar yang semua pihak pasti memberikan argumen masing-masing," imbuhnya.
Sehingga, tegas mantan Anggota DPRD Baubau ini, pernyataan video hoax itu merupakan sebuah kekeliruan berpikir. Anggapan ini tidak sepantasnya disampaikan pejabat Inspektorat.
"Video viral ini bukan pada kputusan yang diambil, tapi lebih kepada didikan agar seorang pengabdi negara harus bisa menjaga diri dan perilaku. Sehingga kebenaran patut ditemukan sesuai kewenangan Inspektorat tentunya," ujarnya.