Kiat Pemkot Tingkatkan Kapasitas Bandara Betoambari: Baubau Rancang Bandara Masa Depan
Bagikan

KOTA Baubau adalah pintu gerbang wilayah Kepulauan Buton (Kepton). Bagaimana Pemkot menjawab kebutuhan bandara agar sesuai dengan kebutuhan masa depan? Berikut petikan wawancara Kepala Bappeda Kota Baubau, La Ode Aswad kepada wartawan Buton Pos, Irwansyah Amunu.
Kota Baubau adalah episentrum wilayah di Kepulauan Buton yang memiliki pintu gerbang laut dan udara, bagaimana Pemerintah Kota Baubau menjaga pintu gerbang khususnya udara agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat?
Baubau berdasarkan sejarah masa lalu sejak di zaman perjuangan sebelum kemerdekaan dikenal sebagai salah satu pintu masuk, semua kapal-kapal sebelum ke Indonesia Timur. Ada shiping line, semacam jalur perdagangan. Kota Baubau harus mempertahankan pintu masuk ekonomi, dari laut dan udara.
Nah, terkait pintu masuk melalui udara, Pemkot memastikan bandara tetap berfungsi dan bisa menjadi salah satu pintu masuk andalan dalam rangka mendukung sektor peningkatan sektor perekonomian. Kita tahu, salah satu faktor penentu keberhasilan perekonomian terkait dengan akses masuk melalui bandara di Kota Baubau. Ini bicara jangka pendek.
Bicara jangka panjang, bagaimana Bandara Betoambari disiapkan sebagai bandara provinsi Ibukota Kepulauan Buton. Bandara di Kota Baubau harus dipersiapkan. Kita berpikir menyiapkan Bandara Betoambari Kota Baubau minimal untuk kebutuhan 50 tahun mendatang. Dimana-mana dalam pertumbuhan ekonomi moderen, bandar udara merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi.
Apa yang akan dilakukan Untuk menunjang kebutuhan 50 tahun mendatang dan sebagai bandara calon Ibukota Provinsi Kepton?
Terkait persiapan bandara untuk kebutuhan 50 tahun yang akan datang, beberapa hari lalu Bapak Wali Kota sudah memanggil kami termasuk instansi teknis, kepala bandara. Bapak Wali Kota memastikan bandara mulai disiapkan, karena pembangunan bandara terkait dengan beberapa instansi lain.