Gerak Cepat
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
TIDAK boleh lelet. Pesan ini saya bisa tangkap dari pidato Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam rapat koordinasi dan evaluasi pengendalian pembangunan serta penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggaran 2021 untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (20/11).
Disadari, belanja pemerintah adalah penggerak ekonomi nasional. Apalagi Presiden Jokowi berpesan agar APBN 2021 segera dibelanjakan dan dimanfaatkan. Dilakukan proses pelelangan sedini mungkin, sehingga dapat menggerakkan ekonomi di kuartal satu tahun 2021.
Memang belanja tersebut akan memutar sektor ril. Apalagi pertumbuhan ekonomi kita masih minus. Pada triwulan III 2020, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar -3,49% (YoY), membaik dari triwulan sebelumnya yang sebesar -5,32%.
Fakta tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia resmi resesi. Jangan heran bila terjadi kelesuan ekonomi, sulitnya lapangan kerja dan bertambahnya pengangguran.
Presiden menyatakan, untuk pendanaan pembangunan dan penyelenggaran pemerintahan tahun 2021, belanja negara direncanakan Rp 2.750 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1.032 triliun, akan dialokasikan kepada 87 kementerian/lembaga dan anggaran senilai Rp 795,5 triliun akan diporsikan untuk TKDD.
Bagaimana dengan Sultra? Tahun depan, alokasi transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 17,08 triliun.