Baubau

Seminar Nasional Menuju Terbentuknya Fakultas Kedokteran di Unidayan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 28 Desember 2020 14:59 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Seminar Nasional Menuju Terbentuknya Fakultas Kedokteran di Unidayan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, Sabtu (26/12/2021) selenggarakan seminar nasional secara virtual dengan tema “Urgensi Pembukaan Prodi Kedokteran Berbasis Medical Tourism Dengan Kearifan Lokal di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Kota Baubau Sulawesi Tenggara” dihadiri 328 orang peserta sebagaimana yang disampaikan ketua panitia seminar, Dahmar, S.KM., M.Kes saat membacakan laporan.

Keynote speaker atau pembicara kunci pada seminar ini yakni Walikota Baubau, Dr. H. AS. Thamrin, MH, sebagai Narasumber Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm.,Ph.D, dan Ketua Lembaga Riset IDI, Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, Ph.D, sebagai pembahas Humas Lembaga Riset IDI, Dr. Wachyudi Muchsin, S.H, dan Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, MT., IPU, serta sebagai Moderator Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes.

Dalam sambutannya, Walikota Baubau mendukung sepenuhnya Unidayan untuk membuka Fakultas Kedokteran dengan konsep medical tourism sebagai wujud upaya partisipasi timbal balik dalam artian pihak pemerintah kota Baubau memberi dukungan kepada Unidayan untuk pendirian Fakultas Kedokteran disisi lain Unidayan ikut mendukung pilar pembangunan di kota Baubau khususnya pembangunan di bidang Sumber Daya Manusia.

“Pemerintah Kota Baubau mendukung sepenuhnya upaya tersebut sebagai wujud upaya partisipasi timbal balik. Apa artinya? Timbal balik dalam arti, satu pihak pemerintah Kota Baubau memberikan dukungan kepada Unidayan untuk pendirian fakultas kedokteran, di sisi lain Unidayan ikut mendukung pilar pembangunan SDM di Kota Baubau,” Ungkap AS Thamrin.

Sedangkan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm.,Ph.D dalam materinya memberikan penjelasan tentang problem mengenai jumlah dokter di Indonesia yang masih kurang, distribusi dokter belum merata di wilayah Indonesia, dan peranan Konsil Kedokteran Indonesia dalam relevansinya untuk pembukaan Fakultas Kedokteran, kurangnya jumlah dokter spesialis, dan di akhir materinya Prof. Dr. Taruna menyambut baik niatan Unidayan untuk membuka Fakultas Kedokteran.

Kemudian Ketua Lembaga Riset IDI, Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, Ph.D, memberikan penjelasan terperinci tentang Standar Kompetensi Kedokteran Indonesia (SKDI) tahun 2019. Di akhir materinya, Dr. Marhaen menjelaskan tentang prospek Unidayan dalam pembukaan Prodi Kedokteran mempunyai peluang dengan Menyusun proposal dengan konsep Konsil Kedokteran Indonesia dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, MT., IPU dalam materinya menguraikan visi misi Unidayan, fasilitas sarana dan prasarana termasuk kesiapan Unidayan dalam rangka menghadapi demoratorium Fakultas Kedokteran.

Bagikan