Pembicara Dialog Nasional Bersama BPIP, Tamrin: Peluang Provinsi Kepton dan Spirit Polima
Bagikan

BAUBAU-PUBLIKSATU
Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin terus menggemakan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) dan spirit Polima.
Teranyar hal tersebut disampaikan dalam Dialog Online Nasional bertajuk Pancasila Sebagai Staatsfundamentalnorm bersama Prof Haryono (Wakil Kepala BPIP), Suseno Riban (Ketua Umum APTI), dan Arjuna Putra Aldino (Ketua Umum DPP GMNI), Senin (28/12).
Dikatakan, merujuk pada hasil penelitian disertasi berjudul: Pengaruh Implementasi Kebijaksanaan Nilai–nilai Budaya Sarapatungana dan Kepemimpinan Pemerintahan terhadap Pembangunan di Kota Baubau, menuggunakan pisau analisis ASOCA. A (Ability atau Kemampuan); S (Srenght atau Kekuatan); O(Opportunity atau Kesempatan); C (Culture atau atau Budaya); A (Agility atau Kecerdasan). Sehingga premis dan postulat yang dihasilkan adalah kepemimpinan pemerintahan Polima.
"Polima ditujukan untuk memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan menyesuaikan dalam memahami nilai Pancasila. Perpaduan nilai lokal dan nasional atau perpaduan nilai budaya dan Agama," ujarnya pada acara yang dimoderatori Nurhayati SPd MSi tersebut.
Berdasarkan naskah Sarapatanguna bagian pertama, ada empat nilai. Pertama, Pomaemaeaka (Saling menanggung malu, budaya malu). Kedua, Popiapiara (Pelihara memelihara, saling mengayomi). Ketiga, Pomaamaasiaka (Saling menyayangi, saling mengasihi, saling mencintai). Keempat, Poangkaangkataka (Hormat menghormati atau mengangkat harkat, saling menhargai. Kelima, “Pobincibinciki Kuli” menjadi nilai kelima A.S. Tamrin berdasarkan filosofi “Bincibinciki kuli” mengandung prinsip persamaan, kesetaraan dan keadilan yang merupakan juga suatu nilai , mengandung filsafat rasa, tenggang rasa, tepa seliro.
Apa yang dilakukan untuk membumikan Polima? Tamrin menyatakan sadar Polima semangat revolusi mental. Bentuknya berupa, menjadi instrumen motivasi, spirit gerakan perubahan revolusi mental, muatan lokal dikalangan pelajar, materi pidato dilingkungan birokrasi, ceramah dan sosialisasi dikalangan masyarakat, kuliah umum dikalangan mahasiswa. Tatakrama bermasyarkat, penempelan stiker, pemasangan spanduk di setiap sekolah, pembangunan monumental melalui Tugu Polima, pembentukan Tim Sosialisasi Polima di lingkungan pemerintah, Tim Relawan Srikandi Polima, Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean VI Polima di Baubau, dan Kemah Eksekutif Polima.
Ketua PAN Kota Baubau ini juga secara khusus menyinggung soal peluang Provinsi Kepton dan Spirit Polima. Terpenuhinya berbagai persyaratan (administrasi, wilayah cakupan, SDA dan budaya), potensi wilayah cakupan yang sangat mendukung (gegografi, demografi, ekonomi dan sosial), keinginan seluruh masyarakat baik elit pemerintahan maupun komunitas masyarakat baik yang tinggal dalam wilayah cakupan maupun yang tersebar diseantero Nusantara. Nilai dasar Polima sebagai spirit perekat rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan, dan semangat membangun daerah untuk sejajar dengan daerah–daerah lain dalam bingkai NKRI.