Ambroncius Nababan Tersangka, Natalius Pigai: Kita Harus Rubah Mindset Politik Yang Diskriminatif Dan Rasialisme
Bagikan

PUBLIKSATU - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menanggapi dingin penetapan Ambroncius Nababan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan rasis di media sosial. Aktivis Papua penerima Democracy Award 2017 dari Kantor Berita Politik RMOL itu bahkan sama sekali tidak memikirkan serangan-serangan rasis terhadap dirinya, karena menurutnya bukan kali ini saja.
"Saya terus terang saja. Gini, orang yang rasis sama saya ini sudah jutaan," kata Pigai dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (26/1).
Baginya, serangan rasis yang dialamatkan kepadanya adalah bagian daripada konsekuensi dalam membela orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan, orang kecil yang tak mendapatkan keadilan. Baik dari suku Jawa, Sumatera, Melayu, Sunda, Ambon Maluku dan suku lainya di Indonesia.
"Jadi tantangan kita adalah mendapat kekerasan verbal. Jadi itu (serangan rasis) saya anggap dari konsekuensi pilihan yang kita ambil sebagai pembela kemanusiaan," tandas Pigai.
"Meskipun saya sendiri memaklumi, ujaran rasisme juga bukan menyayat saya, juga komunitas saya," tambah Pigai.
Disisi lain, Pigai berpandangan, perlakuan rasis terhadap dirinya maupun orang-orang Papua juga disebabkan historis politik bangsa Indonesia.
Ia merunut, saat Proklamator Bung Hatta ketika Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang hanya mengingikan ras Melayu sebagai warga negara Indoenesia, minus ras Melanesia--yang merupakan ras Papua.