Berita Terkini
Tajuk

Menghidupkan Aksara Wolio

Oleh Irwansyah Amunu · Selasa, 2 Februari 2021 11:26 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Menghidupkan Aksara Wolio

Catatan: Irwansyah Amunu

SEBANYAK 19 Raperda sedang digodok DPRD Baubau untuk menjadi produk hukum. Saya menggarisbawahi Raperda tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra dan Aksara Wolio.

Lebih jauh soal itu, Senin (1/2) malam, saya berdiskusi dengan Ketua Komisi I DPRD Kota Baubau, Muhammad Yumardin Haeruddin. Rupanya Raperda tersebut merupakan inisiatif dewan.

Bukan hanya itu, dua Raperda lainnya yang kental dengan nuansa budaya juga merupakan inisiatif legislatif. Masing-masing, Raperda tentang Pelestarian dan Perlindungan Cagar Budaya, serta Raperda tentang Pelestarian Perlindungan dan Pengakuan Budaya Kesultanan Buton.

Menurut saya, hal ini terbilang unik. Kenapa? Yumardin adalah legislator dari kalangan milenial. Namun dia khawatir dengan ancaman kepunahan budaya Buton.

Terbukti, banyak budaya Buton yang terlupakan. Sebut saja Bahasa Wolio, kian meningkat angka buta bahasa, sastra dan aksara Wolio.

Maka itu, payung hukum melalui Raperda merupakan upaya penyelamatan. Caranya, dijadikan sebagai bahan ajar dalam kurikulum di sekolah.

Bagikan