Berita Terkini
Ragam

Nur Aprilia, Penderita Penyakit Kelainan Usus Akhirnya ke Makassar Untuk Operasi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 11 Februari 2021 03:47 WIB · 2 menit baca
Nur Aprilia, Penderita Penyakit Kelainan Usus Akhirnya ke Makassar Untuk Operasi

PUBLIKSATU, BAUBAU – Setelah mengumpulkan donasi dari beberapa dermawan, Nur Aprilia, bocah penderita penyakit kelainan usus di Kota Baubau akhirnya diberangkatkan ke Kota Makassar untuk menjalani operasi. Bersama kedua orang tuanya, April sapaan akrabnya berangkat dari Kota Baubau menuju Kota Makassar menggunakan kapal laut KM. Doro Londa, Rabu (10/02/2021) sekitar pukul 14.00 Wita.

Dikabarkan sebelumnya, April menderita penyakit hirschsprung (kelainan usus) yang membuatnya tidak bisa melakukan buang air besar sejak lahir. Hal itu diketahui oleh keluarganya setelah April masih berusia dua hari. Pihak keluarga lalu membawa april ke klinik untuk menjalani pengobatan namun akhirnya kandas karena kekurangan biaya.

Kini usia April sudah 5 tahun dan hendak memasuki usia ke 6, namun belum ada yang berubah darinya selain pertumbuhannya. Penyakit April masih belum bisa diobati karena faktor ekonomi keluarga. Awal Februari 2021 keluarga kembali membawa April di Rumah Sakit di Kota Baubau, dan kata dokter April harus dirujuk di Makassar.

Namun karena faktor ekonomi, Hasinu (36) dan Samnia (23) yang merupakan orang tua April akhirnya tak berdaya.

Berkat bantuan dari beberapa dermawan akhirnya membantu Hasinu untuk melakukan open donasi untuk kesembuhan putrinya, donasipun datang dari berbagai kalangan, baik dari lembaga masyarakat, Ketua DPRD Baubau, Bupati Buton, dan dermawan lainnya. Bahkan sesaat sebelum April berangkat ke Makassar, donasi masih terus berdatangan salah satunya dari Polres Baubau senilai Rp 20 juta sehingga total keseluruhan donasi diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

Tampak dari kejauhan, Hasinu tak kuasa menahan tangisnya, ia tak pernah menyangka keberutungan seperti ini akan datang menghampirinya. Di saat dia tak berdaya karena keterbatasan ekonomi, namun akhirnya ia menemukan banyak orang baik yang membantu kesembuhan sang putri semata wayangnya. Akhirnya ia menemukan titik terang kesembuhan April putrinya.

“Terima kasih sekali atas bantuan-bantuan ini, saya bersyukur sekali ada yang mau bantu anak saya sehingga saya bisa bawa ke Makassar,” ucapnya sambil berlinang air mata.