Relokasi Rp 1 T
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
LUAR biasa. Nyaris tidak percaya ketika melihat besaran jumlah anggaran untuk rencana relokasi pemukiman rawan bencana di Pasarwajo, Ibukota Kabupaten Buton, nilainya hampir Rp 1 triliun.
Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Gubernur Sultra, Ali Mazi, selama dua hari, Kamis dan Jumat(18-19/2) lalu, di Jakarta.
Ketika bertemu Kepala BNPB Doni Monardo, gubernur membahas salah satu isu strategis yang mengemuka. Rencana relokasi pemukiman rawan bencana di Pasarwajo. Akan diintegrasikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Aspal Buton.
Dibutuhkan sekitar Rp 943,98 miliar, atau nyaris Rp 1 triliun untuk biaya relokasi. Pekerjaannya berupa pematangan lahan, pembangunan infrastruktur, arpembangunan hunian, dan fasilitas sosial dan umum (sekolah, tempat ibadah perkantoran, fasilitas kesehatan, dll).
Bila terealisasi, ini merupakan proyek yang menelan anggaran sebesar gajah bengkak. Bisa dikatakan, ini adalah mega proyek, karena angkanya jumbo.
Diungkapkan, dua alasan mengapa rencana relokasi bagi warga Pasarwajo mengemuka. Pertama, abrasi yang terus melanda kawasan pesisir Pasarwajo. Kedua, ancaman tsunami, banjir rob, kenaikan permukaan air laut, gempa bumi dan angin topan. Tsunami pernah menghantam Pasarwajo sebagai dampak gempa di laut Flores tahun 1992 silam.