Geledah Rumah Ihsan Yunus, KPK Tak Dapat Barang Bukti, Bambang: Masyarakat Disuguhi Drama Yang Sebetulnya Sudah Tahu Alurnya
Bagikan

PUBLIKSATU - Penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah politisi PDIP Ihsan Yunus dianggap hanya sandiwara.
Hal itu disampaikan koordinator aksi Gerakan Indonesia Beres (GIB), Bambang Isti Nugroho (BIN). Menurut BIN, penggeledahan yang disebutnya sebagai sebuah sandiwara karena KPK terlalu lama bergerak setelah nama Ihsan terungkap di publik.
"Jadi itu semacam sandiwaralah. Setelah UU KPK baru diresmikan itu artinya drama sudah dibuat. Jadi masyarakat ini disuguhi drama-drama yang sebetulnya masyarakat itu tahu alurnya," ujar BIN dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/2).
Karena kata BIN, lamanya rentang waktu penggeledahan sama saja memberikan waktu bagi pelaku rasuah untuk membersihkan barang bukti.
"Saya istilahkan seorang maling yang kebiasaan di penjara, 5 menit dibebaskan, dia sudah bisa lari ke mana-mana. Polisi sudah enggak bisa ngejar lagi. Apalagi ini (kasus bansos Covid-19) sudah berbulan-bulan, drama itu oleh mereka udah dibikin gitu," jelas BIN.
BIN pun menilai, nama-nama yang disebut terlibat, seperti Ihsan Yunus, Herman Herry dan madam bansos juga merupakan nama-nama yang dibocorkan sendiri oleh pihak KPK.
"Tapi mereka (KPK) tidak melakukan tindak lanjut sesegera mungkin," kata BIN.