Hukum

Sindir KPK, Politisi PDIP: OTT Prof. Nurdin Lebih Tepat Dikatakan Operasi Tangkap Tidur

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Minggu, 28 Februari 2021 19:13 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Sindir KPK, Politisi PDIP: OTT Prof. Nurdin Lebih Tepat Dikatakan Operasi Tangkap Tidur

PUBLIKSATU - Istilah operasi tangkap tangan (OTT) yang disematkan KPK dalam operasi penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dinilai janggal oleh PDI Perjuangan.

Pasalnya dalam operasi itu, Nurdin Abdullah tidak sedang tertangkap tangan melakukan praktik korupsi. Penangkapan dilakukan KPK saat Nurdin sedang terlelap di kamar rumahnya.

“KPK menyatakan itu operasi OTT, tapi kenyataannya Prof. Nurdin sedang tidur. Jadi lebih tepat dikatakan Operasi Tangkap Tidur,” ujar politisi PDIP Deddy Sitorus dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (28/2).

Selain itu, lanjut Deddy, OTT yang dilakukan KPK patut dipertanyakan. Pasalnya, Deddy menduga ada upaya politik untjk menjatuhkan Nurdin Abdullah.

Lebih lanjut, Deddy Sitorus mengatakan bahwa Nurdin Abdulah meeupakan seorang pemimpin yang sudah teruji dalam menjaga disiplin diri. Di berharap kasus yang menimpanya saat ini murni semata-mata kasus hukum dan bukan dalam rangkaian menjatuhkan Nurdin secara politik.

“Jikapun beliau lalai atau terjebak dalam pusatan kasus ini, kami ingin melihat bahwa ini adalah kasus yang semata-mata demi hukum dan keadilan,” demikian Deddy Sitorus.

Nurdin bersama dengan lima orang lainnya telah ditangkap tangan oleh penyidik KPK pada Jumat malam (26/2) di tiga tempat yang berbeda di Sulsel.

Bagikan