Go to Kururio
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
SEJAK beberapa hari lalu tangan saya sudah gatal hendak menuliskan prestasi Kururio Indonesia (KI) yang sekali lagi menembus orbit nasional. Namun baru hari ini kesampaian.
Apalagi setelah merger Gojek dan Tokopedia. Gojek memang beda lahan dengan Tokopedia. Keduanya bergabung, kekayaan bisnis mereka bisa digabung. Hasil transaksi di Tokopedia diantar oleh Gojek.
Merger keduanya langsung menaikan nilainya menjadi triliunan rupiah. Angka yang fantastis di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi.
Merger tersebut melahirkan nama baru, GoTo. Bisa dikatakan ini adalah akronim dari Gojek dan Tokopedia.
Nyaris sama dengan itu. Konsep ini sebenarnya juga diadopsi Kururio. Bedanya, Kururio memanfaatkan komuditas UMKM. Aneka komuditas yang melapak diantar oleh pengemudi Kururio.
Kururio tidak hanya punya K-Motor sebagai pengantar komuditas di lapaknya, tapi juga punya K-Mobil, K-Food, K-Pasar, K-Urir, K-Tinting, K-Event, hingga K-Polisi. Menurut saya kontennya lebih lengkap dari GoTo.