Milad ke-12, Aowasiangko Tebar Al-Qur'an dan Iqra di Pengajian
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTENG - Peringati milad ke-12, Asosiasi Mahasiswa Mawasangka Buton Ambon (Aowasiangko) membagikan Al-Qur'an dan Iqra di sejumlah pengajian di Buton Tengah, Minggu (12/09/2021).
Salah satu anggota Aowasiangko, Adi Alamsyah mengatakan organisasinya mestinya harus lebih aktif lagi. Apa lagi usaianya sudah lebih dari sewindu. Ia juga berharap lingkungan internalnya agar tidak terlalu terfokus terhadap permasalahan internal, melainkan juga melihat permasalahan yang ada di luar.
"Di usia yang ke-12 ini, Aowasiangko seyogyanya lebih aktif lagi berkarya dari pada hari-hari sebelumnya. Eksistensinya tidak boleh fakum hanya karena terlalu sibuk menyelesaikan masalah-masalah internal organisasi sehingga lupa akan banyaknya masalah yang ada di daerah dan bangsa, yang setiap masalah itu butuh gagasan-gagasan besar dan butuh kontribusi-kontribusi secara nyata dari generasi mudanya untuk menyelesaikan setiap masalah itu," ungkapnya.
Selain itu, Adi juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak termasuk para donatur yang telah membantu menyukseskan kegiatan.
"Atas nama keluarga besar Asosiasi Mahasiswa Mawasangka Buton Ambon (Aowasiangko), kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kepala-kepala desa se-Mawasangka Tengah, kepada para pengusaha se-Mawasangka Tengah, kepada para tokoh masyarakat yang sudah menjadi donatur dalam menyukseskan kegiatan ini dan kepada para donatur yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, sekali lagi kami ucapkan terima kasih," pungkasnya.
Selain itu, Ketua Korps Alumni Asosiasi Mahasiswa Mawasangka Buton Ambon (KAMI Aowasiangko), Aumane, mengungkapkan akan selalu mendukung setiap kegiatan yang diadakan pengurus. Ia juga mengungkapkan kegiatan tebar Al-Qur'an dan Iqra sangat diperlukan karena bagian dari panggilan moril untuk mewujudkan generasi yang cinta Al-Qur'an.
"Karena kondisi generasi muda saat ini terkikis akhlaknya oleh peradaban luar dan dunia digital yang semakin canggih berpotensi mempengaruhi kebiasaannya, sehingga perlu perhatian kita peduli untuk memperbaiki dan menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia," tuturnya.