TANGAN DINGIN SAMAHUDDIN. Membangun dari Desa Menuju Ibukota
Bagikan

BOLEH saja Buton Tengah (Buteng) baru seumur jagung, namun pembangunannya tidak kalah dengan daerah lain yang sudah lebih dulu lahir.
Walaupun diapit Kota Baubau, dan Kabupaten Muna, Bupati Buteng, H Samahuddin mampu membawa daerahnya bergerak maju. Visinya mewujudkan pembangunan berbasis pengembangan potensi wilayah menuju Kabupaten Buton Tengah yang berkah (bersih, sejahtera,produktif, agamis dan harmonis). Membangun dari desa menuju ibukota.
Minimnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai kebutuhan dan belanja daerah, tak lantas membuat Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pasrah dengan kondisi tersebut.
Minimnya keuangan, justru membuat daerah yang dijuluki "negeri seribu gua" itu berpikir keras dan inovatif untuk mendatangkan pundi-pundi uang dari luar APBD. Dengan begitu, pemerintahan jalan, pelayanan masyarakat terpenuhi, pun pembangunan bergerak dan perputaran ekonomi menggeliat.
Hal itu terwujud berkat "tangan dingin" dari Bupati Buteng H Samahuddin SE. Mampu memanfaatkan jaringan dan piawai melobi pemerintah provinsi dan pusat untuk mendatangkan anggaran ke daerah. Mulai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dana Tugas Pembantuan (TP), hingga dana hibah.
Cara ini ditekankan pula kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dapat "menjolok" anggaran provinsi dan pusat dalam mengembangkan maupun melaksanakan program di dinasnya masing-masing. Kemampuan APBD Kabupaten Buteng sendiri setiap tahunnya berkisar diatas Rp 600-an miliar. Tahun 2022 saja, Dana Alokasi Umum (DAU) hanya berkisar Rp 340 miliar. Dari kisaran itu, belanja pegawai kurang lebih Rp 200 miliar.
Kendati dengan keterbatasan anggaran tersebut, Samahuddin mampu memanage-nya untuk membiayai dan membelanjakan kebutuhan daerah serta melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.