Prevalensi Stunting di Busel Tahun 2021 Turun
Bagikan

PUBLIKSATU.CO- Dalam rangka tahapan aksi 7 konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Dinas Kesehatan melaksanakan publikasi hasil pengukuran pertumbuhan dan angka prevalensi stunting dilakukan melalui media penyebaran informasi mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga di tingkat kabupaten agar diketahui oleh Pemda dan masyarakat se Busel.
Secara garis besar, tujuan dari pengukuran dan publikasi stunting yakni untuk mengetahui status gizi anak sesuai umur serta mengukur prevalensi stunting mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten secara berkala kemudian informasinya disebarluaskan.
Kepala Dinas Kesehatan Busel, La Ode Budiman mengatakan, hasil pengukuran tahun 2021 adalah 25,14 persen dari tahun sebelumnya 33,87 persen yang menunjukkan terjadi penurunan prevalensi stunting di Busel sekitar 8,73 persen.
"Hal ini memperlihatkan adanya penurunan prevalensi stunting ini, dipengaruhi oleh membaiknya konvergensi lintas sektor yang terlibat dalam penanganan stunting. Yang paling menonjol dari membaiknya intervensi gizi adalah intervensi gizi spesifik, dimana hampir semua desa sudah menganggarkan pemberian PMT baik pada bumil (Ibu Hamil) maupun baduta (Bayi dibawah 2 tahun)." lanjutnya
Diketahui bahwa tahun 2021, untuk Kabupaten Buton Selatan terdapat 27 Desa Lokus yang tersebar di 7 kecamatan, dan publikasi dilakukan menggunakan media spanduk/x-banner di tiap kecamatan dan desa.
"Sementara berdasarkan kecamatan diketahui bahwa untuk kecamatan batauga menurun menjadi 12,04 persen, kecamatan batuatas 41,30 persen, kecamatan kadatua 34,45 persen, kecamatan lapandewa 24,61 persen, kecamatan sampolawa 21,55 persen, kecamaatan siompu 22,28 persen, dan kecamatan siompu barat 29,10 persen." tutupnya. (adm)