Turunkan Harga Minyak Goreng
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
KENAIKAN harga minyak goreng yang membumbung tinggi memukul banyak sektor. Tidak ada jalan lain selain turunkan harga.
Disperindag diharapkan bisa mencari jalan keluar secepatnya untuk menurunkan harga. Apalagi, kenaikan harga sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.
Sejak awal November lalu, kisaran harga dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 21.000 per liter. Harga tersebut belum mengalami penurunan bahkan cenderung naik.
Selisih kenaikannya Rp 5.000 per liter hingga 6.000 per liter. Persentase kenaikan 30 persen, untuk semua jenis merek minyak goreng.
Harga minyak goreng dalam satu pekan, bisa tiga kali mengalami kenaikan. Pembelian minyak goreng curah maupun kemasan botol dan jeriken dari disributor, dalam sepekan harga tidak menentu.
Penurunan harga mesti dilakukan apalagi beberapa bulan kedepan, jelang puasa dan lebaran. Biasanya semua harga bakal naik.
Komitmen sudah dinyatakan Kadis Perindag Kota Baubau, Ali Hasan, harga minyak goreng yang bakal didistribsi pemerintah pusat sekitar Rp 14.000. Namun demikian, secara teknis pihaknya sementara menunggu dari Kementerian Perindag.