Cuaca Buruk, BPBD Baubau Mengimbau Masyarakat Waspada
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau mencatat sejumlah kejadian ekstrim, Senin (21/2) kemarin. Salah satunya, banyak warung di pinggir laut Kota Baubau dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius akibat hantaman ombak.
"Di pasar Wameo ombak besar masuk ke jalanan. Itu memporak-porandakan rumah makan seperti Mama Ardan, Mama Janah dan semua deretan di pinggir laut situ sudah terangkat atapnya dan bangunannya miring," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Baubau, La Ode Muslimin, kemarin.
Kata dia, hal yang sama juga terjadi di area jembatan batu sampai Pantai Kamali. Sejumlah lapak jualan di pinggir laut terbongkar dihantam ombak. "Kalau kerugiannya kita belum hitung," ujar Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Baubau ini.
Di hari yang sama, tutur Muslimin, kawasan pertanian di Kecamatan Bungi dilanda banjir. Pihaknya mencatat seluruh sawah di Liabuku terendam banjir akibat hujan yang melanda Baubau sejak Minggu (20/2) malam.
"Banjir terbesar itu terjadi di Liabuku, Ngkaring-ngkaring sampai Kantalai, air setinggi setengah lutut atau sekitar lima centimeter naik sampai ke badan jalan. Menurut informasi di lapangan, khusus di Liabuku itu ada 63 hektar padi berusia sekitar satu bulan tanam terendam banjir," imbuhnya.
Selain itu, tambah dia, pihaknya juga mencatat sejumlah genangan air cukup tinggi di beberapa titik. Lokasi genangan tersebut antara lain simpang 4 traffic light SMA Negeri 2 dan kawasan pergudangan Kelurahan Kadolokatapi Kecamatan Wolio.
"Saya masih menunggu laporan lengkap dari personil yang kami sebar ke lapangan untuk melihat kerusakan, kerugian, dan evakuasi kalau diperlukan. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat utamanya pengguna transportasi laut agar selalu waspada dengan cuaca ekstrim," tandasnya.(exa)