Berita Terkini
Tajuk

Buri Wolio

Oleh Irwansyah Amunu · Selasa, 8 Maret 2022 14:24 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Buri Wolio

Catatan: Irwansyah Amunu

BAHASA Wolio terancam punah. Demikian salah satu petikan pidato yang dibacakan Ketua Komisi III DPRD Kota Baubau, Muhammad Ahadyat Zamani dalam paripurna dewan, Senin (7/3/2022) kemarin.

Maka itu, saya melihat ada yang berbeda ketika politisi Nasdem tersebut membacakan pidatonya. Ia melafalkan sejumlah kalimat dalam bahasa Wolio saat pembukaan, dilanjutkan dengan Bahasa Indonesia.

Selama meliput di dewan, pengalaman saya jadi repoter lapangan hingga menjadi Pemred, pemandangan tersebut baru pertama kali saya lihat.

Memang, penggunaan bahasa daerah Wolio terancam punah. Bahasa pemersatu masyarakat di era Kesultanan Buton itu semakin ditinggalkan dalam komunikasi rutin.

Ahadyat mengungkapkan, penelitian Kamaluddin dan kawan-kawan menunjukkan pola pertahanan bahasa Wolio pada masyarakat Kota Baubau masuk kategori tidak dipertahankan. Kendati bahasa Wolio masih dituturkan para orang tua dan anak-anak, tapi dalam jumlah sedikit.

“Hasil penelitian itu sejalan dengan pemetaan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan pemetaan tersebut bahasa Wolio merupakan salah satu dari 16 bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah, masuk kategori rentan stabil tapi terancam punah,” paparnya dalam pidato pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Wolio.

Bagikan