Hipnotis Amirul

Catatan: Irwansyah Amunu
ADA yang berbeda dengan Musrenbang RKPD Kota Baubau tahun 2023 kali ini. Pasalnya, DR H MZ Amirul Tamim, wali Kota pertama Kota Baubau didaulat sebagai salah satu narasumber dalam acara tersebut.
Saya perhatikan, ketika Amirul membeberkan materinya, seolah semua peserta terhipnotis. Anggota DPD RI ini mengulas secara filosofis bagaimana Kota Baubau diletakkan pertama kali dan apa orientasinya pada masa depan.
Dikatakan, memulai pembangunan Baubau dengan memotret administrasi wilayah. Selanjutnya melihat topografinya yang bertingkat. Maka itu, rancangan pembangunan Baubau adalah sebagai kota yang bertingkat.
Pertama kali membangun Baubau, kepadatan pemukiman berpusat dibeberapa kelurahan, antara lain di Wale, Bataraguru, Tomba, Nganganaumala, dan Bonebone. Untuk mengurai penduduk, kantor Wali Kota Baubau dipindahkan di Palagimata.
Topografi Baubau adalah kota yang bertingkat tujuh, Kantor Wali Kota dibangun di tingkat lima. Setelah pusat pemerintahan dipindah, kepadatan penduduk menyebar hingga ke Palagimata.
Bukan itu saja, aset masyarakat meningkat. Sebelumnya tidak bernilai, berubah menjadi triliunan rupiah dibiangan Palagimata.