Berita Terkini
Baubau

Rakor Perpustakaan Nasional, Pemprov Sultra Paparkan Pembangunan Perpustakaan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 30 Maret 2022 14:24 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Rakor Perpustakaan Nasional, Pemprov Sultra Paparkan Pembangunan Perpustakaan
Mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Provinsi Sultra, Sukanto Toding, menghadiri sekaligus memaparkan materi di Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan Nasional secara daring di ruang rapat hotel Zenith

PUBLIKSATU, BAUBAU - Mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Provinsi Sultra, Sukanto Toding, menghadiri sekaligus memaparkan materi di Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan Nasional secara daring di ruang rapat hotel Zenith Baubau, Selasa (29/03/2022).

Turut hadir Kadis Perpustakaan Provinsi Sultra, Nur Saleh dan Kepala Dinas Perpustakaan kabupaten/kota se-Sultra. Pada kesempatan itu Asisten III memaparkan berbagai macam strategi pembangunan perpustakaan di Sulawesi Tenggara.

Perpustakaan yang dibangun di Sultra memiliki 7 lantai dengan konsep Inviniting People yakni bagaimana mengundang orang yang hadir di perpustakaan, mengkoordinir kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan ruangan dan suasana yang nyaman.

Pada lantai satu terdapat loker layanan online public access catalog (OPAC) atau layanan penelusuran, layanan keanggotaan, layanan surkulasi, layanan cafetaria, serta zona promosi budaya baca. Lantai dua terdapat ruang teater, ruang buku cadangan, rumah edukasi narkoba, ruang belajar atau ruang internet, ruang baca anak, ruang baca Lansia, dan disabilitas.

Lantai tiga terdapat ruang rapat, ruang seminar dan ruang baca monografi. Lantai empat terdapat ruang publik terbuka, ruang kolekasi berkala, ruang koleksi referensi, ruang koleksi deposit, ruang server serta ruang pengolahan bahan pustakawan. Lantai lima terdapat naskah kuno, ruang konservasi, layanan audio visual executive lounge dan ruang public. Lantai enam khusus perkantoran dan lantai tujuh terdapat ruang fumigasi, ruang baca terbuku serta cafe baca.

"Untuk itu dengan adanya perpustakan internasional dan modern yang dibangun di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat menjadi pusat informasi daerah berbasis kearifan lokal serta perpustakaan sebagai kegiatan masyarakat," harapnya. (*)

Bagikan