Kinderjoy Ditarik Dari Pasaran Karena Diduga Mengandung Bakteri Salmonela

PUBLIKSATU, BAUBAU - Baru-baru ini beredar informasi mengenai adanya kandungan bakteri salmonela di dalam kemasan Kinderjoy. Terkait dengan informasi tersebut, BPOM RI akhirnya menarik produk Kinderjoy dari pasaran dan melakukan pengujian pada produk yang menjadi cemilan anak-anak ini.
Untuk itu, Loka POM Baubau telah melakukan pengawasan di beberapa sarana di Kota Baubau untuk menarik produk Kinderjoy dari pajangan produsen.
"Terkait Kinderjoy, kemarin sudah dilakukan pengawasan ke beberapa sarana di Kota Baubau, dan disarankan untuk menarik produknya dari pajangan. Untuk saat ini Kinderjoy ini sesuai instruksi pusat," ungkap Plh. Kepala Loka POM Baubau, Rainer Yudhistira Nampe saat ditemui media ini di kantornya, Rabu (20/04/2022).
Rainer mengungkapkan saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pengawasan di wilayah Kepulauan Buton yang merupakan wilayah kerja Loka POM Baubau, selain itu, pengumuman resmi juga dapat dikunjungi di laman website pom.go.id
Rainer mengungkapkan hingga saat ini langka yang diadakan oleh BPOM hanya sebatas penghentian sementara dari pasaran, dan tidak melakukan pemusnahan.
"Sampai saat ini yang diberlakukan hanya penghentian sementara peredarannya dan tidak ada pemusnahannya sampai ada instruksi baru dari pusat. Kita disini hanya menjalankan instruksi pusat, karena Kinderjoy ini merupakan skala nasional," jelasnya.
Untuk diketahui, penarikan produk Kinder ini pertamakali diberlakukan di Inggris pada 02 April 2022 karena diduga terkontaminasi bakteri Salmonela (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.