Idul Fitri, Momentum Saling Memaafkan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Puasa Ramadan yang sudah kita laksanakan satu bulan penuh adalah sarana untuk melatih diri membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa, menjadikan gerak hidup bernilai ibadah 24 jam sehari, guna perbaikan hubungan kita sebagai hamba kepada Allah SWT, yang biasa kita sebut Hablu Minallah.
"Dan bulan Syawal yang kita jalani saat ini adalah sarana untuk silaturahmi dengan saling mengunjungi, kita berharap mampu memperbaiki hubungan sesama manusia, Hablum Minannas," kata Drs. Jasrun, MM, khatib Salat Idul Fitri di Masjid Ar-Rahman, Kompleks, Perumnas Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau.
Pada pelaksanaan salat kali ini, Amiruddin SH bertindak sebagai Imam Salat Idul Fitri dan Ketua BKM Masjid Ar-Rahman Antasalam Ajo, SP, MSi sebagai moderator.
Menurut Jasrun, sengaja atau tidak, terpaksa atau terbiasa, kecil atau besar, setiap kita mesti mempunyai kesalahan, jika tidak kepada Allah, pasti kepada kita sesama manusia.
"Buat Allah mudah mengampuni kita, tapi dosa sesama manusia, baru bisa diampuni, ketika hadir bermaafan sesama kita," katanya.
Dikatakan, tidak ada dosa kecil, kalau ditumpuk terus menerus.
Tidak ada dosa besar kalau setiap hari digempur dengan istigfar.
"Sebesar apa pun dosa itu, kalau setiap hari digempur dengan istigfar, luluh juga dia. Sekecil apa pun dosa itu kalau ditumpuk terus menerus menggunung juga jadinya," katanya..