15 Rumah Penduduk Puma Terancam Jatuh ke Laut
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sekira 15 unit rumah penduduk Pulau Makassar (Puma) terancam jatuh ke laut. Tempat tinggal warga itu berada di ujung tebing Kelurahan Liwuto Kecamatan Kokalukuna.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, rumah-rumah rawan terperosok itu lantaran sebagian tanah yang berbatasan dengan laut di area itu mengalami longsor, pekan lalu. Keretakan kecil itu dianggap berpotensi terus melebar.
"Memang itu areal tidak besar robohnya. Cuma sekarang keretakanya ada potensi membesar lagi karena air hujan air masuk mengikuti rongga tanah. Robohnya itu mengancam sekitar 15 rumah di atas tebing," kata Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali dikonfirmasi di kantornya, Kamis (7/6).
Ia mengatakan, tanah yang membentuk tanjung di lokasi tersebut memiliki tekstur labil atau mudah mengurai. Panjang bentangan ditaksir sekitar 400 meter dengan tinggi antara 4-10 meter.
"Pasca longsor itu jaraknya ada yang tinggal sekitar dua meter dengan rumah warga. Kalau tidak ditangani cepat, maka bisa membuat rumah-rumah di situ ikut jatuh ke bawah," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Baubau ini.
Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum melakukan evakuasi terhadap keluarga yang bermukim di lokasi rawan longsor itu. "Kita hanya mengimbau warga jangan dulu melewati di area itu kalau mau ke pemukiman di bawah. Kita sarankan lewat belakang dulu," ujarnya.
Untuk penanggulangan jangka panjang, kata dia, pihaknya akan mendorong pembangunan talud di daerah tersebut. Pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pun pihaknya sudah menerjunkan tim untuk menganalisis lokasi longsor.