Miliki Kecakapan Personal, La Ode Muslimin Didapuk Jadi Dosen Muda USN Buteng
Bagikan

PUBLIKSATU.CO, BUTON TENGAH - Sebagai salah seorang alumni mahasiswa perguruan tinggi sudah sepatutnya seseorang mendedikasikan dirinya untuk berbagi ilmu pengetahuan yang telah ditempuh pada pendidikan sebelumnya dengan tujuan tercapainya Tri Darma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian)
Belum lama ini, seorang anak muda dari Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) bernama La Ode Muslimin, S. Sos, MKP., MPA didapuk menjadi dosen di Kampus B Universitas 19 November (USN 19) Buteng untuk kembali menghidupkan urat nadi pendidikan di daerah berjuluk negeri seribu gua itu.
"Saya dipercayakan pihak kampus untuk bisa berbagi ilmu kepada mahasiswa di kampus B USN Buteng. Saya membawakan mata kuliah Kecakapan Intra Personal pada mahasiswa semester 3 (tiga) yang dimana ruang lingkupnya membahas tentang pola perilaku manusia berdasarkan kajian-kajian ilmiah dan membantu mahasiswa dalam proses pengolahan sebuah informasi," tutur La Ode Muslimin kepada media ini, Rabu (14/9/2022).
Peluang ini benar-benar dimanfaatkan La Ode untuk melakukan transformasi ilmu pengetahuan kepada anak-anak muda daerah agar dapat membuka sekaligus membentuk pola pikir mereka melalui mata kuliah yang diajarkannya.
"Mata kuliah ini menjadi penting karena setiap individu harus mempunyai kecakapan Intra Personal untuk meleburkan diri ke dalam lingkungan masyarakat yang mempunyai kultur budaya yang berbeda setiap daerah, baik itu dalam daerah sendiri maupun di luar daerah kita," terang alumni Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini.
Menurutnya, diera serangan teknologi informasi saat ini, seorang Individu (mahasiswa) harus mempunyai kontrol diri (self control) untuk bagaimana bisa menerima informasi, mengolah informasi, serta menyebarluaskan informasi tersebut baik itu di ranah sosial masyarakat secara langsung maupun di dunia digital (sosial media).
Peraih Beasiswa LPDP Kemenkeu RI itu ini menambahkan, kedepan akan banyak tantangan seiring dengan perkembangan zaman. Jika seseorang kekurangan asupan pengetahuan atau nutrisi bacaaan, maka akan membuatnya kesulitan mengolah informasi yang beredar di media sosial.