Stadion Betoambari Arena Atletik Porprov, Sepakbola di Pasarwajo
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Baubau terus mematangkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra ke-XIV. Salah satunya menyiapkan stadion Betoambari sebagai venue atau arena lomba.
Tahun 2021 lalu, Dispora Baubau bahkan menggelontorkan anggaran renovasi stadion tersebut hingga lebih Rp 2 miliar. Dana itu antara lain untuk membiayai proyek penanaman rumput Zoysia Matrella sekira Rp 1,1 miliar. Sayangnya, rumput standar FIFA itu gagal tumbuh.
Meski sudah jor-joran, stadion Betoambari rupanya tidak masuk menjadi lokasi pertandingan sepakbola pada Porprov Sultra. Hal ini berdasarkan kesepakatan pembagian tuan rumah Cabang Olahraga (Cabor) di Baubau dan Kabupaten Buton.
"Sepak bola bukan di sini, tapi di Pasarwajo (Buton). Itu kesepakatan sebelum saya jadi Kadis (Kepala Dinas)," kata Kepala Dispora Baubau, Mochammad Tasdik dikonfirmasi di kantornya, Senin (26/9).
Kendati begitu, ujar Tasdik, shuttle ban stadion Betoambari tetap digunakan sebagai venue atletik meliputi lari sprint, estafet, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, dan tolak peluru. "Tentu kita tetap melakukan perbaikan-perbaikan lintasan atletik itu," tuturnya.
Lebih jauh, tutur dia, sejak dua pekan terakhir, pihaknya intens melakukan pengecekan venue-venue yang disiapkan. Hasilnya, dari 19 venue hanya kolam renang dan Gedung Olahraga (GOR) Lowu-lowu dikawatirkan tidak bisa siap 100 persen pada saat hari H Porprov Sultra, 26 November - 3 Desember 2022.
"Kontrak pengerjaan kolam renang ini berakhir 25 November. Menurut saya itu sangat meragukan, kalaupun itu selesai sesuai kontrak apakah bisa langsung diisi air. Kemudian, GOR kalau mengikuti kontrak sampai 25 Desember, maka pasti tidak bisa dipakai. Kita ingin Pemprov sebagai pemilik proyek menyampaikan ke kontraktor untuk percepat pembangunannya," terangnya.