PAFI Baubau Menggelar Seminar Kefarmasian
Bagikan

BAUBAU - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Baubau gelar seminar kefarmasian dengan mengusung tema peran tenaga teknis kefarmasian di era industri 4.0 pandemi ke endemic, selanjutnya apa?.
Ketua PAFI Baubau, Achmad Rosyadi Yusuf Hibei mengajak seluruh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) Kota Baubau agar merasa bersyukur atas terselenggaranya seminar kefarmasian di Kota Baubau. Ia mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat karena setiap pesertanya akan mendapatkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
"Bukan hanya PAFI, bukan hanya TTK, namun organisasi profesi lainnyapun mereka juga butuh yang namanya SKP dalam hal ini digunakan dalam proses perpanjangan STR TTK itu menjadi syarat mengurus atau membuat sertifikat kompetensi supaya bisa diterbitkan Surat Tanda Registrasinya," ungkapnya.
"Lewat momentum ini pula kita menjemput keresahan dari teman-teman TTK yang ada di wilayah kerja Baubau," tambahnya.
Achmad menjelaskan berdasarkan Rakernas PAFI pusat, salah satu yang menjadi syarat untuk ujian kompetensi atau workshop peningkatan kompetensi itu minimal sudah memiliki 10 SKP sehingga ia harapkan anggotanya dapat berpartisipasi ambil peluang dan kesempatan ini, jangan nanti STR nya sudah mau mati baru diperpanjang.
"Memang waktunya 5 tahun, namun jangan diabaikan karena dalam profesi Nakes apa lagi di bidang TTK, sangat wajib lisensi ada di situ karena ijazah saja tidak cukup karena juga dibutuhkan STR TTK karena harus kompeten," terangnya.
"Saya yakin kegiatan ini tidak akan ada ruginya bahkan asas kemanfaatannya itu sangat besar bagi kita semua," tutupnya. (*)