Baubau

BKKBN Pusat Motivasi Fasilitator KB di Baubau

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 2 Desember 2022 03:03 WIB · 2 menit baca
Bagikan
BKKBN Pusat Motivasi Fasilitator KB di Baubau
Personel PPKBD di Baubau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BKKBN Pusat, di aula DPPKB Kota Baubau, Kamis (1/12). Mereka mendapatkan motivasi langsung dari BKKBN melalui sarana virtual (Foto Texandi)

BAUBAU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat memberikan motivasi kepada Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kota Baubau. BKKBN dan IMP berkomunikasi secara virtual yang difasilitasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Baubau, Kamis (1/12).

IMP tingkat kelurahan namanya Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD). Wadah ini merupakan jejaring kerja pemerintah di tingkat desa atau kelurahan yang berfungsi sebagai fasilitator KB dalam melaksanakan program KB.

"Setiap kelurahan itu ada institusi yang sudah lama dibentuk, namanya PPKBD. Institusi inilah yang bisa digunakan oleh para penyuluh sebagai pendamping melakukan setiap kegiatan lapangan baik penyuluhan maupun koordinasi," kata Kepala DPPKB Kota Baubau, Ali Arham.

Menurut dia, motivasi dan penguatan merupakan bentuk apresiasi dari BKKBN atas kinerja baik IMP di Baubau. Sebab, tidak semua daerah mendapatkan perhatian seperti itu. Setidaknya, dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sultra, IMP di Baubau yang dipilih BKKBN.

"Intinya adalah diberikan penguatan dan motivasi untuk bekerja lagi. Selama ini PKB (Penyuluh Keluarga Berencana) yang membina mereka. Hari ini mendapat apresiasi dari BKKBN pusat. Saya kira di Sulawesi Tenggara tidak semua daerah, hanya Baubau," jelasnya.

Bahkan, kata dia, personel IMP ini akan diberikan honor per bulan untuk biaya transportasi dari BKKBN pusat. "Targetnya mencari akseptor atau KB baru. Itu tugas intinya," tutur mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Baubau ini.

Selain itu, beber Ali, sehari sebelumnya, BKKBN juga memilih Baubau sebagai tempat pelaksanaan mini lokakarya pencegahan pencegahan stunting di Sultra. "Penanganan stunting kita cukup bagus karena melibatkan semua stakeholder termasuk media dalam mengedukasi masyarakat terkait progam BKKBN," pungkasnya.(exa)

Bagikan